021 2147 0777

[email protected]

Blog Image

17

Jan

Hati-hati, Penipuan Umrah Terjadi Lagi

JURNAL SOREANG- Setelah kasus penipuan umrah yang mengegerkan publik seperti First Travel, Abu Tour dan SBL kini penipuan umrah terjadi lagi.


Tim gabungan Unit Opsnal Subdit 3 Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel alias Macan Kalsel bersama Satuan Reskrim Polresta Banjarmasin mengungkap penipuan biro perjalanan umrah dengan para  korbannya sudah menyetorkan Rp 862 juta, namun gagal berangkat ke tanah suci. 
"Pemilik PT. Travelindo Lusyana berinisial SP (48) kami tangkap dan telah ditetapkan sebagai tersangka," kata  Kasubdit 3 Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel AKBP Andy Rahmansyah, seperti dikutip dari ANTARA, Minggu, 17 Januari 2021.


Awal terungkapnya aksi tiindak pidana penipuan biro perjalanan ibadah umrah itu bermula dari laporan korban Heny Widyawati (48) ke Polresta Banjarmasin pada 30 Januari 2020. 
"Korban bersama beberapa orang lainnya mengaku telah menyetorkan uang tanda jadi untuk berangkat umrah sebesar Rp 862 juta pada 28 Agustus 2017 dengan kesepakatan keberangkatan sekitar tahun 2018," ujarnya.


Namun faktanya sampai sekarang para korban tidak juga diberangkatkan dan tidak ada kejelasan dari tersangka selaku pemilik PT. Travelindo Lusyana. 
Dari serangkaian penyelidikan akhirnya polisi menetapkan terlapor sebagai tersangka. Namun jejaknya menghilang dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) terhitung September 2020. "Jadi Polresta Banjarmasin didukung Polda untuk penangkapan tersangka yang buron selama ini. Pelaku diringkus Jumat, 15 Januari 2021, di Jalan Nagasari, seberang Hotel POP Banjarmasin," ujar Andy.


Atas perbuatannya melakukan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan, tersangka dijerat Pasal 378 dan atau Pasal 372 atau Penyelenggaraan Ibadah Haji sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (1) atau Pasal 63 ayat (1) Undang-Undang RI No 13 Tahun 2008.***

Share This News